
HARI BUMI 2009
Peringatan Hari Bumi
Sejarah,
Hari Bumi, berawal dari sebuah ide yang dicetuskan oleh seorang aktivis lingkungan John McConnel. Dia adalah orang yang pertama kalinya mengajukan proposal kegiatan untuk penyelamatan bumi. Proposal tersebut diajukan kepada pemerintah daerah San Francisco pada 1 Maret 1970 silam dan disetujui. Ternyata proposal McConnel menjadi perhatian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan akhirnya dijadikan sebagai pengajuan kegiatan penyelamatan bumi sedunia. Adalah U Thant, sekretaris jenderal PBB pada masa itu mengusulkan adanya hari peringatan tahunan yang dijadikan momen bagi seluruh umat manusia agar memikirkan kembali tentang nasib bumi.
(Earth Day) yang diperingati setiap 22 April. Hari itu merupakan hari yang sengaja dirancang untuk mengilhami kepekaan dan apresiasi terhadap lingkungan di bumi. Awalnya hari bumi diperingati setiap 21 Maret. Alasan pemilihan ini didasarkan pada fakta ilmiah, bahwa ketika memikirkan nasib bumi kita harus memulainya pada saat awal proses pembentukan bumi. Berdasarkan berbagai survei menujukan pembetukan bumi jatuh pada tanggal tersebut. Selain itu, 21 Maret juga adalah hari dimulainya musim semi yang menurut sebagian besar kebudayaan diyakini sebagai hari dimulainya kehidupan. Namun pada perkembangannya, peringatan hari bumi pada 21 Maret yang dimaksudkan untuk meluruskan fakta sejarah pembentukan bumi menjadi bergeser. Hal ini sama seperti yang terjadi pada sistem penanggalan kuno yang bergeser dari Maret menjadi Januari. Maka sejak saat itu, Hari Bumi pun kemudian diperingati setiap 22 April.
Seraya meyerukan “save earth” banyak orang seantero bumi mencanangkan selamatkan bumi, mulai dari organisasi formal, gerakan lingkungan, perkumpalan – perkumpulan peduli lingkungan sampai media masa berlomba-lomba menjadikan earth day sebagai headline mereka. Tetapi seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan pengrusakan dan ekploitasi lingkungan yang tak bertanggungjawab pun makin menghawatirkan. Banyaknya persoalan lingkungan hidup saat ini merupakan bukti bahwa banyak orang yang kurang peduli pada alam. Padahal kesadaran untuk cinta lingkungan seharusnya menjadi sebuah kewajiban bagi setiap orang di bumi ini, seperti pada salah satu tema “selamatkan bumi dengan tanganmu” yang dilaksanakan oleh sebuah organisasi lingkungan ternama di Indonesia.
.
Karena bumi merupakan salah satu planet yang memiliki sumber kehidupan yang tidak bisa dipungkiri tanpa adanya perawatan terhadap bumi ini harus, kemanakah kita akan tinggal? Tentunya kita mempunyai rasa tanggung jawab dalam merawat dan melindungi kehidupan dibumi ini. Jika kita hanya berpangku tangan melihat kenyataan alam yang semakin jauh dari keadaan awal yang begitu indah nan sejuk. Dapat dicontohkan seperti peristiwa yang terjadi di Provinsi Riau, maraknya pembakaran dan alih fungsi hutan yang mencapai lebih dari 1.000 hektare hutan. Selain menghanguskan ratusan hektare hutan dan lahan, dampak lainya juga menyebabkan kabut asap. Haruskah bumi ini diselimuti oleh gas karbon monoksida (CO) yang sangat berbahaya bagi sirkulasi udara dari suhu normalnya? Dimana gas CO memiliki daya ikat yang lebih kuat untuk terikat dengan Hemoglobin (Hb) dibandingkan Oksigen (O2). Hemoglobin merupakan protein pembawa oksigen yang terkandung dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarakan keseluruh bagian tubuh. Efek dari daya ikat CO ini dapat mengganggu pada pernapasan. Mari berbuat, jangan hanya berteriak. Karena semua ini disebabkan oleh tangan manusia yang tidak Cinta Terhadap Lingkungan dimana hanya memikirkan keadaan sesaat tanpa memperhatikan masa yang akan datang.
Inikah yang dimaksud dengan “Selamatkan Bumi Dengan Tanganmu”?


Komentar Terakhir